Tuesday, March 28, 2006

Bulan pertama di Columbia

Satu bulan pertama tinggal di Columbia ...
Gimana perasaan gw ya ? Campur campur ... semua pasti dech ada disini (jadi inget sama acara Campur2nya Rina Gunawanadi ANTV ... he he he korban TV), diantaranya bosan dan kesepian. Gimana nggak bosan, biasanya setiap hari kerja di Jakarta kira2 jam 05.30 WIB sudah meluncur sendirian dari BSD menuju kantor di Jakarta. Sorenya baru kira2 pukul 18.00 WIB nyampe lagi di rumah.

Sekarang jadi pengangguran ....jika Ayah sudah pergi ngantor, tinggal dewek-an (ngomong Jambi nich) di apartemen, nggak ada temen yang bisa diajak ngobrol & digangguin. Mau jalan2 sendiri keluar rumah masih nggak pede & transportasinya juga tidak OK. Begitu juga trotoar untuk pejalan kali tidak tersedia, kecuali di downtown. Padahal lokasi pertokoan seperti Columbiana Centre, Best Buy & WalMart tidak terlalu jauh dari apartemen, tapi kesananya harus pakai mobil. Coba kalau ada trotoarnya .. kan enak bisa jalan2 sambil olahraga.

Terus enaknya ngapain donk ? Ah .. daripada cari2 hiburan diluar rumah, mendingan nongkrong aja di depan komputer. Bisa baca berita, chatting & kirim2 e-mail ke temen2, ponakan & ipar. Sering lupa juga sama waktu kalau keasyikan ... tau2nya Ayah udah pulang kantor. Kalau ada incoming e-mail, rasanya semangat banget. Layaknya anak kecil yang mendapatkan sebuah boneka Barbie. Ho ho ho ...inget sama umur Bu ! Begitu juga kalau terdengar bunyi "ting" di komputer .... berati ada lawan chatting nich. Kalau udah gitu Ayah komentar "Bunda jadi seger !". Wuah ha ha bener juga sich ...
mata yang tadinya sudah 5 watt ... tiba2 langsung berubah menjadi 100 watt.

Untungnya setiap hari Ayah makan siang di rumah, jadi sepinya nggak seharian. Paginya agak sibuk2 dikit ... masak menu yang standar. Dalam soal masak memasak ini juga kadang suka bikin bingung. Sebenernya dari Jakarta sudah ngebawa setumpuk Buku Resep Masakan. Maunya masak yang bisa diterima sama lidah dan perut kita orang Indonesia gitu, tapi kadang2 terbentur dengan kelengkapan bumbu2. Kurang kreatif aja kali yah ... maklumlah biasanya hari2 di Jakarta waktunya lebih banyak di kantor ... jadi yah begitulah jadinya. Sebenarnya bukannya nggak bisa masak, kalau cuma bikin rendang dan dendeng balado sich bisalah (
Sumateranya keluar !)


Kalau bingung sedang datang .... akhirnya "steak" yang menjadi pilihan. Bukannya sok ke barat2an lho .... Masalahnya membuat "steak" itu kan tidak serepot dengan masakan Indonesia, lagian Ayah juga sangat suka makan makan steak. Cerita soal masak steak ini .... (sebenarnya malu juga nich mau cerita ... tapi gak papa dech). Ceritanya kalau sedang chatting ... disela-sela ngobrol yang ngalor ngidul ... kadang2 adik ipar tanya ... masak apa hari ini ? Ndilalahnya (sok nge-Jawa nich) .... jawabannya sering idem alias steak lagi ... steak lagi ... bosan ah ...

Selain masalah diatas ... waktu pertama datang di Columbia sudah masuk musim dingin. Mungkin karena lokasinya yang terletak di sebelah selatan Amerika, di Columbia tidak ada saljunya. Walaupun tidak ada salju, udara dinginnya tetap bikin badan menggigil, apalagi kalau terlambat makan. Kadang belum tiba waktu makan, tapi perut udah keroncongan. Kalau sudah begini .. lemari dibukain ... cari2 camilan. Udara yang dingin, nggak ada kerjaan & sering makan ... he he he ... tau kan efeknya ? Jarum timbangan jadi nambah miring ke kanan. Gawat nich....jangan sampai kebablasan yah.. Memang sich sudah mulai nambah miring ke kanan. Sadarnya waktu ngirim foto lewat email ke temen2 dan dikomentarin "kelihatannya tambah sehat nich" .... he he he nggak apa2lah ... insya Allah benar2 sehat tinggal di Amerika.

Weekend datang .... saat yang dinanti-nanti ... karena bisa keluyuran sama Ayah (dengan catatan kalau udara cerah). Biasanya kalau udara cerah kita jalan2 ke Lake Murray, liat2 orang yang sedang mancing ataupun naik boat.
Belum punya teman dan aktifitas lain ... mungkin itu yang membuat perasaan menjadi bosan, tapi kalau2 dipikir2 nyantai aja dululah ...

Sunday, March 05, 2006

My Wife Esther trip to Columbia

Setelah sampai di Amerika 3 bulan lebih dahulu untuk mempersiapkan segala sesuatunya seperti mendaftar untuk SSN, mencari apartmen, membuat surat izin mengemudi local dan yang penting selain itu saya langsung bekerja di Cingular, Stonemark Lane, Columbia, SC. Sesuai dengan yang kami rencanakan Esther mengambil cuti dari perusahaanya bekerja untuk menyusul saya di Columbia, SC, USA. Menjelang tanggal 18 November, 2005 saya sudah membuat dan mendiskusikan itenerary perjalanan Bunda berdasarkan pengalaman saya sebelumnya agar perjalanan Bunda bisa lebih nyaman dan tenang. Begitu Bunda setuju dan nyaman dengan rencana itenerarynya saya kirimkan data-datanya ke Primacy relocation company yang mengurus semua perjalanan dan kepindahan kami ke Amerika dengan Mrs. Martha Rodruigez sebagai contact personnya.

Tiba saat berangkat hari Jum'at, 18 November 2005 Bunda berangkat dari rumah di BSD menuju Bandara Soekarno-Hatta diantar oleh Mama (Nenek), keluarga Wati dan keluarga Iyah dimana Bunda minggu-minggu sebelumnya heboh dengan serah terima rumah dengan Mama dan Wati untuk dititipi selama kami merantau di negeri orang. Menjelang dan sesudah Lebaran tahun 2005 Bunda sempat beberapa kali mengunjungi Kevin di Tanjung Barat sekalian memberitahu dan berpamitan untuk pergi menyusul Ayah ke Amerika.

Dengan pesawat Singapore Airlines SQ-155 yang berangkat lebih pagi Bunda take-off dari Jakarta menuju Singapore dan lanjut dengan SQ-020 menuju Los Angeles yang akhirnya mendarat di Tom Bradley International airport hari Jum'at sore waktu Los Angeles dengan menggerek 2 koper dan satu ransel yang ternyata berat banget. Bunda sempat pergi ke Terminal Delta Airlines untuk check in koper-koper di counter Delta Airlines tapi ternyata tidak bisa dan terpaksa dibawa ke hotel juga.

Bunda stay over night di Raddison Hotel disekitar Los Angeles airport dengan menggunakan shutlle bus hotel dari airport untuk bermalam sebelum besok paginya berangkat dengan pesawat Delta Airlines menuju ke Columbia, South Carolina lewat atau transit ganti pesawat yang lebih kecil di Atlanta International Airport.

Setelah makan malam dengan steak di salah satu restaurant Hotel Raddison, Bunda istirahat tidur dan ternyata bangunya kepagian banget dan tidak bisa tidur lagi walaupun kamar hotel dan tempat tidur nyaman banget. Mungkin Bunda takut ketinggalan pesawat dan masih sedikit nervous mau cepat-cepat sampai Columbia,SC. Perbedaan waktu Pacific time (PT) dan Eastern time (ET) yang 3 jam ditambah lagi dengan total jam perjalanan yang menyebabkan berangkat pagi dari LA sampainya di CAE Metropolitan Airport Columbia, SC sore hari. Syukur allhamdulillah semuanya berjalan lancar akhirnya Bunda sampai di Columbia hari Sabtu, tanggal 19 November 2005 sore hari di jemput Ayah didepan pintu keluar, sangking jauhnya perjalanan dan capek Bunda saat keluar tidak mengenali Ayah walaupun Ayah sudah senyum-senyum ke dia tapi pandangannya masih saja lurus kedepan tanpa ekspresi.

" Welcome to Columbia, SC at CAE Metropolitan Airport"

19 November 2005

Saturday, March 04, 2006

Hazmin trip to USA




Seminggu sebelum keberangkatan saya ke USA, kami bertiga (Hazmin,Esther dan Kevin) sarapan pagi di Hotel Ritz Carlton. Anak Ayah ini sangat terkagum-kagum ada hotel baru dikawasan Mega Kuningan dekat "gedung lapar" tempat biasa dulu kami bermain bola setelah lari pagi dan ber kickboard ria tiba-tiba sudah ada Hotel baru tempat dia sarapan pagi dengan nikmatnya segala makanan buffet dia lahap dan tidak kelupaan smoke beef dan omelete sebagai makanan kesukaan Kevin.
Perjalanan saya ke Columbia,SC USA, dimulai dari Jakarta 2 September 2005, kami bertiga sarapan pagi di Hotel Grand Melia setelah menjemput Kevin dari Tanjung Barat sekitar jam 07.00 pagi. Di Grand Cafe kami ( Hazmin, Esther dan Kevin) sarapan pagi sebelum mengantar saya ke airport CGK pagi ini. Suasana sarapan pagi dengan Kevin dan Bunda sangat menyenangkan kami bertiga dimana belum banyak orang-orang yang sarapan disini dan dengan bebas kami bertiga menyantap buffet yang disediakan. Setelah sarapan pagi kami masih sempat berphoto ria di dalam hotel Grand Melia untuk wall paper HP kami.
Setelah beberapa kali saling telpon dengan Jatibendungan dan Bogor untuk janjian ketemu di airport jam 09.00 pagi kami meluncur dengan Vios B2162EH menuju Bandara Soekarno-Hatta (CGK) dari Hotel Grand Melia.
Di Bandara Soekarno-Hatta saya dan Kevin masuk untuk check-in koper dan mendapat boarding pass di counter Singapore Airlines untuk penerbangan saya ke Los Angeles via Singapore dengan SQ 157 dan SQ020 kemudian saya mengurus bebas fiskal dan embarkasi ditemanin terus sama Kevin dan setelah selesai kami keluar menemui rombongan keluarga yang lain untuk mengantar saya berangkat ke Amerika.
My Family :
Bertiga kami berkumpul dengan Mama (Nenek), Pak Dang, Keluarga Iyah, Keluarga Wati dan Keluarga Hafidz tapi Wanciknya ngak ada karena sedang tugas diladang minyak punyanya Petro China di daerah Bojonegoro, Jawa Timur. Hampir semua ponakan mengantar karena hari libur dan sambil menunggu kami semua beli ice cream A&W rame-rame dengan ponakan yang lain. Mendekati jam keberangkatan Kevin merasa sedih juga ditinggal Ayahnya berangkat kerja ke Amerika tapi kami sudah beri dia pengertian dan sudah memberitahu dia jauh hari tentang keputusan Ayah untuk bekerja di Amerika agar dia tidak usah terlampau sedih dan akhirnyanya saya berpamitan dan berpelukan dengan Kevin,Bunda dan keluarga besar untuk berpamitan boarding jam 11.30 saat orang-orang mau menjalankan ibadah sholat Jum'at dengan melalui petugas jaga dan sekali lagi saya melambaikan tangan ke Kevin dan yang lain.

Setelah melewati pemeriksaan fiskal dan immigrasi, saya langsung menuju ruang tunggu yang sudah penuh sesak dengan para penumpang SQ-157. Sambil duduk di ruang tunggu saya mencoba menelpon HP Kevin tapi ngak diangkat, akhirnya ke HP Bunda dan ternyata mereka sudah sampai di jalan toll mau masuk gerbang tol Pluit, untuk mengantar Kevin pulang ke Tanjung Barat. Ternyata pesawat saya delay hampir 15 menit yang akhirnya menyebabkan saya harus berlari-lari di Changi airport untuk connecting flight SQ-020 menuju Los Angeles.

My Big family.